Diabetes Mellitus merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada sel-sel β pulau Langerhans dalam kelenjar pankreas, sehingga hormon insulin disekresikan dalam jumlah yang sedikit, bahkan tidak sama sekali. Diabetes mellitus juga dapat disebabkan oleh terjadinya penurunan sensitifitas reseptor hormon insulin pada sel.
Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relative dapat memacu peningkatan kadar kolesterol plasma. Peningkatan kolesterol plasma yang berkepanjangan akan menyebabkan penyempitan atau
pengerasan pembuluh darah yang disebut atherosklerosis. Kadar kolesterol yang tinggi dapat dikendalikan dengan diet dan perubahan gaya hidup, makanan dan minuman yang mengandung antioksidan juga dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol darah. Tingkat kadar glukosa darah menentukan apakah seseorang menderita DM atau tidak.
Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.
Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dikerubuti semut (wah gawat nih kalau air seni aja sampe dikerubungi semut). Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.
Yang perlu diketahuin nih, Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melitus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk (musti waspada sama kebiasaan dan gaya hidup sekarang yah). Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspadalah bagi yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik. Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya.
Nah, Bagi anda yang sudah terkena diabetes, ayok rubah gaya hidup mulai dari sekarang, sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat terhindar dari resiko efek yang lebih parah.
Obat Untuk Diabetes Militus
- Obat yang diminum (Obat Oral).
- Insulin.
- Kelompok Sulfonilurea : bekerja merangsang pengeluaran insulin
- Kelompok Biguanida : Bekerja menghambat pembentukkan gula di liver dan meningkatkan penggunaan glukosa di otot
- Acarbose : bekerja memperlambat dan menghambat penyerapan karbohidrat di usus, contoh : Glucobay
- Actrapid : disuntikkan 30 menit sebelum makan
- Humulin R : disuntikkan 30 menit sebelum makan
- Humulin N : disuntikkan 1 jam sebelum makan pagi
- Humulin 30/70 : disuntikkan 30 menit sebelum makan pagi
- Monotard : disuntikkan 1 jam sebelum makan pagi
- Insulatard : disuntikkan 1 jam sebelum makan pagi
Obat - Obat yang Harus Dihindari
- Fenil Butazon
- Kontrasepsi Oral
- Kortikosteroid
- Obat Maag (Cimetidin, Ranitidin)



0 komentar:
Posting Komentar